• Join over 1.2 million students every month
  • Accelerate your learning by 29%
  • Unlimited access from just £6.99 per month

Antara Napoleon, Nietzsche dan Raskolnikov. Dalam novel Kejahatan dan Hukuman karya Fyodor Dostoyevsky, dikisahkan Raskolnikov telah membunuh seorang lintah darat

Extracts from this document...

Introduction

´╗┐Dalam novel ?Kejahatan dan Hukuman? karya Fyodor Dostoyevsky, dikisahkan Raskolnikov telah membunuh seorang lintah darat. Diceritakan pula pembunuhan itu sedikit banyak dipengaruhi oleh gagasan-gagasan Raskolnikov yang berawal dari kekagumannya pada Napoleon. Siapa gerangan Napoleon itu dan bagaimana Dostoyevsky menjadikannya simbol keberanian, kekuatan dan keteguhan hati? Napoleon adalah seorang kaisar yang pernah mengalahkan Mesir, yang saat itu sedang di bawah kepemimpinan Ottoman, pada tahun 1798. Kemenangan Napoleon awalnya dimaksudkan sebagai bantu loncatan untuk melanjutkan usahanya menyerang Inggris. Tantangan terbesar Napoleon datang ketika ia mengetahui Austria dan Rusia telah bersekutu dengan Inggris, dalam sebuah koalisi untuk menggagalkan Revolusi Perancis. Di tahun 1812 itu, Napoleon dan pasukannya mencoba menjajah Rusia, namun gagal. Pasukan Napoleon terpaksa mundur dari Moscow, dan, seakan itu belum cukup, sebagian besar negara Eropa mulai bersikap memusuhi Perancis. Saat Napoleon kembali ke Perancis di tahun 1814, ia mendapati bahwa pemerintah di sana tengah mengalami krisis politik yang disebabkan oleh kudeta dan pergolakan gila-gilaan. Paris mengalami kejatuhan atas kekalahannya pada Perang Peninsular di tahun 1808. Napoleon turun dari jabatannya, kemudian ia dibuang ke sebuah daerah Mediterranean, lebih tepatnya di pulau Elba. Pada Maret 1814, ia berhasil melarikan diri, namun akhirnya pihak Inggris berhasil menangkapnya kembali. Ia dipenjarakan di sebuah pulau Atlantik yang terpencil, tepatnya di kawasan Santa Helena. ...read more.

Middle

Orang lemah meratapi, mengutuk dan, kalau mampu, pasti mati-matian menjauhi penderitaan. Sementara itu, orang yang kuat tidak akan banyak mengeluh, melainkan memeluk erat penderitaan itu sebagai sebuah anugerah yang tersembunyi dalam penyamaran (blessing in a disguise). Memang tidak mustahil bagi orang kuat untuk takut dan waspada terhadap ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penderitaan. Namun, dalam jangka panjang, orang kuat akan mensyukuri kesukaran yang ia alami, dengan landasan pemikiran ?penderitaan akan menempa mereka agar siap menjadi manusia luhur dan mulia?. Selain yang telah disinggung di atas, Nietzsche juga mempunyai teori mentalitas budak dan mentalitas tuan. Orang dengan mentalitas budak memiliki sifat lemah lembut, rendah hati dan mencari harmoni dalam hubungannya dengan sesama manusia. Sementara, orang yang memiliki metalitas tuan adalah orang yang unggul, kuat, jenius dan cederung memandang segala sesuatu yang ia lakukan sebagai hal yang baik dan benar. Orang dengan mentalitas demikian tak lagi berpikir bagaimana cara bertindak, tetapi justru fokus pada apa tindakan yang akan ia lakukan. Bisa jadi, keinginan yang besar untuk menjadi kuat telah membuat Raskolnikov sengaja memperpanjang pergumulan batinnya. Ia menyiksa dirinya sendiri utuk membuktikan ia bukan orang lemah. Namun, ternyata Raskolnikov hanya manusia biasa yang punya batas kekuatan. Ia tidak tahan berlama-lama memendam sendiri rasa khawatir dan rasa bersalah. ...read more.

Conclusion

dan adiknya (Dounia) yang harus selalu hidup hemat. Padahal, belum tentu Pulcheria dan Dounia berada dalam apa yang dianggap sebagai duka. Untuk mengerti apa yang membuat duka menjadi konsep yang relatif (dalam pengertian bahwa makna duka bisa berbeda bila dilihat dari kacamata berbeda), ada baiknya dijabarkan sedikit tentang teori kefaedahan Bentham, bahwa benar tidaknya suatu perbuatan tergantung dari tingkat kegunaannya. Seperti Nietzsche, Bentham mengakui adanya peran rasa senang dan penderitaan dalam memperkaya hidup manusia. Pada umumnya, orang akan mengasosiasikan kebaikan dengan rasa senang, kejahatan dengan penderitaan. Lebih jauh lagi, Bentham menggarisbawahi bahwa kebahagiaan dan penderitaan sesungguhnya dapat diukur berdasarkan durasi dan intensitas. Dengan begitu, suatu perbuatan dapat disetujui atau tidak disetujui berdasarkan sebesar apa penderitaan atau rasa senang yang dihasilkannya. Namun, John Stuart Mill menolak teori tersebut. Menurutnya, bukan kuantitas rasa senang yang penting, namun kualitas kebahagiaan. Kualitas tidak akan bisa dijumlahkan, sebab kebahagiaan itu sendiri hadir dalam banyak tingkatan. Maka, menurutnya, perbuatan yang benar adalah perbuatan yang memberikan hasil yang paling memuaskan, atau setidaknya, tak merugikan orang lain. Sayangnya, terkadang sangatlah sulit untuk mengetahui dengan pasti apa saja konsekuensi dari tindakan-tindakan manusia. Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa , walau pun berdasarkan latar belakangnya tindakan Raskolnikov dapat dimaklumi, tetap saja pembunuhan tidak dapat dibenarkan, karena konsekuensi dari pembunuhan itu sendiri (tidak harus konsekuensi dalam bentuk materi, namun juga konsekuensi psikologis) sangat kompleks dan tidak atau belum bisa diprediksi secara akurat. ...read more.

The above preview is unformatted text

This student written piece of work is one of many that can be found in our International Baccalaureate Languages section.

Found what you're looking for?

  • Start learning 29% faster today
  • 150,000+ documents available
  • Just £6.99 a month

Not the one? Search for your essay title...
  • Join over 1.2 million students every month
  • Accelerate your learning by 29%
  • Unlimited access from just £6.99 per month

See related essaysSee related essays

Related International Baccalaureate Languages essays

  1. Dilema Nora di Antara Kebohongan dan Kebahagiaan Analisis Naskah Drama Rumah Boneka Karya ...

    dari sejak paling awalnya kita berkenalan, kita belum pernah bertukar kata mengenai suatu apa pun yang sifatnya serius. Helmer : Apakah mungkin seperti aku yang terus-menerus dan selalu katakan kepadamu mengenai kesulitan-kesulitan yang kau tidak dapat bantu aku untuk menanggungnya?

  2. Manusia dan Belenggunya

    Masing-masing mempunyai pekerjaan, tapi apakah boleh meninggalkan janji pernikahan? Menurut Tono, "Cintanya cuma terletak pada pekerjaannya saja." (hal. 64 paragraf pertama baris ke-3). Kutipan tersebut menyorot kehidupan pernikahan mereka. Bukankah dengan adanya pekerjaan, kedua belah pihak menjadi tertantang untuk mempertahankan tali pernikahan mereka?

  • Over 160,000 pieces
    of student written work
  • Annotated by
    experienced teachers
  • Ideas and feedback to
    improve your own work