• Join over 1.2 million students every month
  • Accelerate your learning by 29%
  • Unlimited access from just £6.99 per month

Manusia dan Belenggunya

Extracts from this document...

Introduction

Manusia dan Belenggunya Kevin Pratama Sugiarto - 11HBa Membaca Novel Belenggu kita seolah-olah diajak untuk mengupas sisi kehidupan manusia. Salah satunya ialah manusia dengan belenggunya sendiri. Novel Belenggu menceritakan konflik rumah tangga Sukartono dan Sumartini dan juga kehadiran pihak ketiga, Rohayah; hidup mereka penuh dengan belenggu. Di awal cerita, kutipan "Seperti biasa..." (hal. 15 paragraf dan baris pertama) seakan-akan memberikan pentunjuk kepada pembaca bahwa hanyalah rutinitas bagi Tono, untuk melihat Tini yang notabene adalah istrinya. Juga, hubungan gelap Tono dan Rohayah dianggap sebagai hinaan besar kala itu. Tono adalah seorang dokter, kaum berpengatahuan. Sedangkan Rohayah adalah hanya seorang "bunga raya"; perempuan jalang. Di akhir cerita, mereka semua berpisah. Lantas, mengapa kita mengatakan Tono, Tini dan Rohayah masih dibelenggu? Perkawinan Tono dan Tini sebenarnya sudah termasuk dalam golongan bermasalah. Perkawinan mereka tidak didasari cinta dan kasih. ...read more.

Middle

Seakan-akan perkawinan adalah sebuah mainan anak kecil. Kita akan berbuat apapun untuk mendapatkan mainan tersebut. Tetapi sayangnya, ketika kita sudah mendapatkannya, kita merasa bosan. Baik Tono dan Tini kedua-duanya keras kepala. Tono, seorang kepala keluarga, seakan-akan cepat menyerah akan keadaan pernikahan mereka. Kurangnya komunikasi diantara Tono dan Tini membuat tali pernikahan mereka semakin merenggang, karena ego mereka yang tinggi. Tono mengharapkan Tini untuk memulai pembicaraan, "Mengapa mesti aku dahulu yang menghampirinya? Mengapa bukan dia?" (hal. 65 paragraf ke-2, baris ke-7) dan Tini juga, "Tini menunggu, berharapkan dia hampir, tetapi tinggal tertunggu-tunggu." (hal. 68 paragraf ke-3, baris pertama). Jika keadaan ini berlanjut, tentu bisa kita tebak, perceraian sudah diambang pintu. Jika kita mengatakan Tono kurang waktu untuk berkomunikasi dengan Tini, mengapa Tono bisa berhubungan dengan Rohayah? Bukankah dia seorang dokter? Pasiennya banyak? Armijn Pane menyiratkan sebuah pesan yang tak bernilai. ...read more.

Conclusion

Tapi Rohayah, yang hanya seorang gundik dan bekas bunga raya, bisa mengedalikan emosinya. Sungguh perbandingan yang cukup mencolok. Di dalam hati yang lemah, bukankah terdapat jiwa yang kusut? Begitulah dengan Rohayah, juga Tono dan Tini. Setelah berpisah dengan Tono, Rohayah masih memendam perasaan terhadap Tono. Kata Rohayah, "...sebagai jalan yang ditempuh oleh manusia yang melarat, semakin sengsara. Tono, Tono." (hal. 150 baris dan paragraf terakhir). Perginya seseorang dari kehidupan kita, bukankah harus direlakan? Memang, jejak mereka terasa jelas sekali di hati kita. Mengapa kita tidak mau relakan? Seperti kematian seseorang, jika kita terus memendamnya di dalam hati, tentulah kehidupan kita akan berantakan, karena senantiasa mengenang yang sudah berlalu. Suatu belenggu yang sulit dihapus dari kehidupan manusia. Inilah potret kehiupan manusia. Penuh dengan kelebihan dan kekurangan. Melalui novel Belenggu, kita seakan-akan diajak untuk memberontak belenggu kita masing-masing. Jika tidak melawan belenggu, akan sakitlah hati kita seperti Tono, Tini dan Rohayah; ketiganya berpisah dan hidup masing-masing. Tidak Tini maupun Rohayah mendapatkan pria idamannya. Semuanya karena terbelenggu oleh permasalahan-permasalahan hidup. ?? ?? ?? ?? `1 ...read more.

The above preview is unformatted text

This student written piece of work is one of many that can be found in our International Baccalaureate Languages section.

Found what you're looking for?

  • Start learning 29% faster today
  • 150,000+ documents available
  • Just £6.99 a month

Not the one? Search for your essay title...
  • Join over 1.2 million students every month
  • Accelerate your learning by 29%
  • Unlimited access from just £6.99 per month

See related essaysSee related essays

Related International Baccalaureate Languages essays

  1. Dilema Nora di Antara Kebohongan dan Kebahagiaan Analisis Naskah Drama Rumah Boneka Karya ...

    Memang hal ini merupakan titik puncak dari konsekuensinya, tetapi bila ia benar-benar ingin berkehendak seperti itu, ia harus rela. Keuntungan yang ia dapat dari pilihannya yang ini adalah Nora pastinya dapat memiliki kebebasan, untuk bertindak, memilih, makan, dan apapun yang ia inginkan.

  2. Antara Napoleon, Nietzsche dan Raskolnikov. Dalam novel Kejahatan dan Hukuman karya Fyodor Dostoyevsky, ...

    Dalam Bahasa Rusia sendiri, budaya dinamakan kul?tura. Kul?tura artinya aktivitas manusia yang berhubungan dengan eskpresi diri, akumulasi keterampilan, kemampuan, kompetensi dan karakteristik manusia, termasuk realisasi praktis dari nilai spiritual. Dengan definisi seperti itu, jelaslah pesatnya pengembangan budaya pada akhirnya juga akan menghasilkan banyak pemikiran-pemikiran yang mungkin bertentangan dengan budaya sendiri.

  • Over 160,000 pieces
    of student written work
  • Annotated by
    experienced teachers
  • Ideas and feedback to
    improve your own work