Page
  1. 1
    1
  2. 2
    2
  3. 3
    3
  4. 4
    4
  5. 5
    5
  6. 6
    6
  7. 7
    7
  8. 8
    8
  9. 9
    9
  10. 10
    10
  11. 11
    11
  12. 12
    12
  13. 13
    13
  14. 14
    14
  15. 15
    15
  16. 16
    16
  17. 17
    17
  18. 18
    18
  19. 19
    19
  20. 20
    20
  21. 21
    21
  22. 22
    22
  23. 23
    23
  24. 24
    24
  25. 25
    25
  26. 26
    26
  27. 27
    27
  28. 28
    28

Cybercrime dalam korporat. Tidak selamanya suatu perubahan yang besar selalu membawa dampak positif karena seiring dengan berjalannya era globalisasi dan kemajuan teknologi,

Extracts from this essay...

Introduction

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Tidak selamanya suatu perubahan yang besar selalu membawa dampak positif karena seiring dengan berjalannya era globalisasi dan kemajuan teknologi, banyak tindakan kriminal yang terjadi khususnya kejahatan dalam dunia Internet [cybercrime]. Perkembangan era globalisasi bergerak sangat cepat seiring dengan peningkatan teknologi informasi. Peningkatan teknologi informasi ini berupa perkembangan sistem jaringan dengan kabel menjadi sistem jaringan tanpa kabel, salah satunya adalah Internet, yang telah menjadi sarana informasi yang sangat populer dewasa ini. Hal tersebut menghilangkan batas wilayah antar negara yang menjadikan dunia ini begitu sempit dan membuat penyebaran informasi serta komunikasi menjadi mudah. Internet, selain memberi manfaat juga menimbulkan dampak negatif dengan terbukanya peluang penyalahgunaan teknologi tersebut. Dampak ini terlihat dari adanya cybercrime yang terjadi di berbagai belahan dunia. Cybercrime merupakan salah satu jenis kejahatan atau tindak pidana yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi yakni komputer. Ada beberapa jenis kejahatan cybercrime yang cukup menonjol beberapa tahun ini seperti pengedaran program komputer tanpa ijin, pencemaran nama baik lewat Internet, carding atau penipuan pembelian barang dengan kartu kredit palsu serta serangan virus atau worm. Hal itu terjadi pula untuk data dan informasi yang dikerjakan secara elektronik. Dalam jaringan komputer seperti Internet, masalah kriminalitas menjadi semakin kompleks karena ruang lingkupnya yang luas. Pada awal tahun 1990-an internet beralih fungsi menjadi sebuah media yang mampu membawa perubahan dalam kehidupan manusia. Internet tidak lagi hanya digunakan oleh kalangan militer, pemerintah dan ilmuwan, tetapi juga digunakan oleh para pelaku bisnis, politikus, sastrawan, budayawan, musisi bahkan para penjahat dan teroris. Internet mulai digunakan sebagai alat propaganda politik, transaksi bisnis atau perdagangan, sarana pendidikan, kesehatan, manufaktur, perancangan, pemerintahan, pornografi dan kejahatan. Kehadiran Internet telah menghadirkan cakrawala baru dalam kehidupan manusia. Internet merupakan sebuah ruang informasi dan komunikasi yang menjanjikan menembus batas - batas antar negara dan mempercepat penyebaran dan pertukaran ilmu dan gagasan di kalangan ilmuwan di seluruh dunia. Internet membawa kita kepada ruang atau dunia baru yang tercipta yang dinamakan Cyberspace.

Middle

Hal ini tidak lain karena Internet lazim dipergunakan di tempat tempat yang relatif tertutup, sepeerti di rumah, kamar, tempat kerja, perpustakaan bahkan warung Internet. Aktivitas yang dilakukan oleh pelaku di tempat - tempat tersebut sulit untuk diketahui oleh pihak luar. Akibatnya, pada saaat pelaku sedang melakukan tindak pidana / kejahatan, sangat jarang orang luar mengetahuinya. Hal ini sangat berbeda dengan kejahatan - kejahatan yang sifatnya konvensional, yang mana pelaku akan mudah diketahui secara fisik ketika sedang melakukan "aksinya". Begitu pula, ketika pelaku sedang beraksi di tempat terbuka, tidak mudah orang lain mengetahui "aksinya". Misalnya di warnet yang tidak mempunyai penyekat ruang, sangat sulit bagi orang awam untuk mengetahui bahwa seseorang sedang melakukan tindak pidana. Orang lain akan beranggapan bahwa pelaku sedang menggunakan komputer untuk keperluan biasa, padahal sebenarnya ia sedang melakukan kejahatan. Kondisi ini akan membuat pelaku menjadi semakin berani. Disamping itu, apabila pelaku telah melakukan tindak pidana, maka dengan mudah pelaku dapat menghapus semua jejak kejahatan yang telah dilakukan mengingat internet menyediakan fasilitas untuk menghapus data / file yang ada. Akibatnya pada saat pelaku tertangkap sukar bagi aparat penegak hukum untuk menemukan bukti - bukti kejahatan. v Faktor Penegak Hukum Faktor penegak hukum sering menjadi penyebab maraknya kejahatan cyber ini dilatarbelakangi masih sedikitnya aparat penegak hukum yang memahami seluk beluk teknologi informasi., sehingga pada saat pelaku tindak pidana ditangkap, aparat penegak hukum mengalami kesulitan untuk menemukan alat bukti yang dapat dipakai menjerat pelaku, terlebih apabila kejahatan yang dilakukan memiliki sistem pengoperasian yang rumit. v Faktor Ketiadaan Undang - undang di Beberapa Negara Perubahan - perubahan sosial dan perubahan - perubahan hukum tidak selalu berlangsung bersama - sama, artinya pada keadaan - keadaaan tertentu, perkembangan hukum mungkin tertinggal oleh perkembangan unsur - unsur lainnya dalam masyarakat. Begitu juga dengan perkembangan hukum di tengah - tengah kemajuan teknologi informasi yang dirasakan sangat jauh tertinggal. Sebagai contoh, di Indonesia cybercrime sangatlah sulit untuk dinyatakan atau dikategorikan sebagai tindak pidana karena di Indonesia sendiri belum mempunyai peraturan perundang - undangan yang mengatur mengenai tindak pidana cybercrime.

Conclusion

Sejalan dengan perkembangan teknologi, muncul suatu kejahatan dengan dimensi baru, sebagai akibat penyalahgunaan Internet. Kejahatan yang dimaksud merupakan sebuah fenomena yang sering disebut dengan bahasa asing dengan sebutan. Cybercrime telah menjadi kejahatan serius yang dapat membahayakan keamanan individu, masyarakat dan negara serta tatanan kehidupan global karena pelaku - pelaku cybercrime secara umum adalah orang - orang yang mempunyai keunggulan kemampuan keilmuan dan teknologi. Korban dari kejahatan cybercrime semakin hari semakin beragam. Kegiatan - kegiatan kenegaraan yang tentu saja sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat dan negara tidak selalu bisa dijamin aman dari ancaman - ancaman penjahat dalam dunia maya. Hal ini menjadi suatu bukti bahwa kemampuan intelektualitas dan teknologi pelaku kejahatan tidak dapat dianggap ringan oleh aparat penegak hukum. Dalam realitasnya, tindak kejahatan ini sudah demikian maju, yang tentu saja sulit disejajarkan dengan kemampuan aparat untuk menanganinya, apalagi jika aparat - aparatnya tidak selalu mendapatkan pelatihan - pelatihan yang memadai untuk mengimbangi dan mengantisipasi gerak kejahatan ini. Fenomena cybercrime dapat dikatakan suatu hal yang baru dalam kejahatan kriminalitas. Hal ini dikarenakan cybercrime muncul setelah masyarakat dunia mengenal sebuah media elektronik yang dikenal dengan nama Internet. Cybercrime bukanlah merupakan kejahatan konvensional biasa. Kejahatan tersebut dapat dilakukan oleh seseorang di belahan dunia manapun dia berada. Selain itu, dampak - dampak yang ditimbulkan oleh adanya cybercrime terkadang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kejahatan konvensional biasa. Cybercrime tidak hanya dapat merugikan bagi individu saja, melainkan juga dapat merugikan suatu negara karena dalam cyberspace tidak hanya sektor individu saja yang menjalankan aktivitasnya menggunakan Internet, negara-pun menggunakan Internet untuk memudahkan dalam menjalankan kegiatan - kegiatan kenegaraan. Oleh karena itu, perlu suatu penanganan yang sangat serius oleh masing-masing tata hukum suatu negara untuk menghilangkan kejahatan yang disebabkan oleh para hacker dan cracker ini. Daftar Pustaka Armehdi Mahzar dalam kata pengantar buku Jeff Zaleski, Spiritualitas Cyberspace, Bagaimana Teknologi Komputer Mempengaruhi Kehidupan Keberagamaan Manusia, Mizan, Bandung, 1999, hal.9. Wisnubroto, Kebijakan Hukum Pidana Dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Komputer , Universitas Atmajaya, Yogyakarta, 1999. http://andiarizona.blogspot.com/2009/08/kasus-kasus-cybercrime.html http://skripsi.unila.ac.id/wp-content/uploads/2009/07/BUKTI-DIGITAL-SEBAGAI-ALAT-BUKTI-DALAM-TINDAK-PIDANA-CYBERCRIME.pdf http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/03/25/18505497/Cyber.Crime..Indonesia.Tertinggi.di.Dunia http://www.4law.co.il/indo1.pdf http://kuttu-bilala.blogspot.com/2008/10/cyber-crime.html http://www.ivanzairani.com/2009/07/cyber-crime.html http://teknologi.vivanews.com/news/read/49563-cybercrime_polisi_buru_hacker_tabulasi_kpu http://www.beritanet.com/Technology/Berita-IT/kejahatan-teknologi-informasi.html, Kejahatan Teknologi Informasi. http://www.interpol.go.id/interpol/transnational-crime.php?read=24,Fenomena Kejahatan Penipuan Internet dalam Kajian Hukum Republik Indonesia.

The above preview is unformatted text

Found what you're looking for?

  • Start learning 29% faster today
  • Over 150,000 essays available
  • Just £6.99 a month

Not the one? Search for your essay title...
  • Over 180,000 student essays
  • Every subject and level covered
  • Thousands of essays marked by teachers
  • Over 180,000 essays
    written by students
  • Annotated by
    experienced teachers
  • Ideas and feedback to write
    your own great essays

Marked by a teacher

This essay has been marked by one of our great teachers. You can read the full teachers notes when you download the essay.

Peer reviewed

This essay has been reviewed by one of our specialist student essay reviewing squad. Read the full review on the essay page.

Peer reviewed

This essay has been reviewed by one of our specialist student essay reviewing squad. Read the full review under the essay preview on this page.