• Join over 1.2 million students every month
  • Accelerate your learning by 29%
  • Unlimited access from just £6.99 per month

Ketika Timur Bertemu Barat

Extracts from this document...

Introduction

Ketika Timur Bertemu Barat Ulasan mengenai hubungan bangsa Barat dan Timur Ada satu peribahasa dari Kipling, "Timur tinggal Timur, Barat tinggal Barat, dan tidaklah keduanya akan menjadi satu.". Kedatangan para penjajah Belanda empat abad yang lalu, telah merusak harmonisasi kehidupan bermasyarakat di negara agraris ini. Masuknya penyakit "kesombongan bangsa" ke setiap individu juga menciptakan budaya berkorupsi di kalangan masyrakat Indonesia. Novel Salah Asuhan memperlihatkan benturan kebudayaan, antara Timur dan Barat dan nilai-nilai tradisi dan modern. Hanafi, seorang Pribumi bisa menikahi seorang perempuan Indo-Perancis, Corrie. Perbedaan pandangan antara bangsa Timur dan Barat, akhirnya akan meretakkan rumah tangga Hanafi dan Corrie. Di bab II Novel Salah Asuhan ini, banyak sekali keterangan hubungan bangsa Timur dan Barat ketika zaman penjajahan. Bangsa Barat, atau tepatnya Bangsa Belanda, memandang rendah Pribumi, terutama yang tidak berpendidikan dan berwarna gelap. Dari sinilah, budaya korupsi, kolusi dan nepotisme mengakar hingga sekarang. Bangsa Belanda datang dengan pikiran bahwa merekalah yang berkuasa di tanah Hindia Belanda. Sebagai hasilnya, hubungan kaum mayoritas dan minoritas di Indonesia masih tegang. ...read more.

Middle

Tidak lama setelah itu, bangsa Belanda datang, dengan motto yang hampir sama dengan Spanyol dan Portugis. Hanya saja, bangsa Belanda lebih kejam daripada bangsa Spanyol dan Portugis. Penjajahan selama 350 tahun telah memakan banyak korban. Sebagai contoh, pembuatan jalan dari Anyer-Panarukan, ribuan orang meninggal sia-sia karena kekejaman kolonial Belanda. Juga, kerja paksa atau rodi yang menyebar di seluruh Indonesia. Indonesia benar-benar hancur di tangan Belanda. Selain mengekploitasi sumber daya alam, penjajah Belanda juga mengkotak-kotakkan pergaulan bangsa Indonesia dengan mengadakan sistem "kasta". Di peringkat pertama sudah tentu, diduduki oleh bangsa Belanda. Di peringkat kedua adalah orang Indo, ketiga adalah orang Tionghoa dan terakhir, orang Pribumi Indonesia. Dengan adanya sistem kasta seperti ini, timbullah suatu rasa kebencian Pribumi kepada bangsa Belanda dan Tionghoa. Sangat disayangkan, karena bangsa Tionghoa datang dengan damai. Berlakunya sistem kasta membuat Pribumi benci akan orang Tionghoa yang sebelumnya adalah teman mereka. Di titik inilah, budaya berkorupsi dimulai. Pemerintahan Belanda yang sudah terkenal sangat korup juga mendukung budaya korupsi. ...read more.

Conclusion

Ketika Tuan du Bussee menjelaskan tentang perkawinan campuran, beliau berkata, "... papa sendiri tak adalah sifat-sifat kesombongan itu.", bahwa sesungguhnya ada juga orang Barat yang tidak rasialis. Berhubung orang Indonesia terbelakang dalam dunia pendidikan ketika itu, bangsa Belanda berpikiran bahwa mereka dapat dibodohi. Semua aspek negatif hubungan bangsa Barat dengan Timur sebenarnya bisa luluh dengan satu kata, cinta. Hubungan percintaan antara Hanafi dengan Corrie, membuat suatu jurang budaya bisa dirapatkan. Namun sekali lagi, kekejaman Belanda di Indonesia membuat cinta Hanafi dan Corrie retak di tengah cerita. Permasalahannya adalah, orang Belanda berbudaya Barat, dan orang Timur berbudaya Timur. Walapun telah dikatakan laki-laki dan perempuan bisa bersatu dengan cinta, penyakit kesombongan bangsa menggerogoti cinta itu. Sayang seribu sayang, semua budaya, baik budaya Barat atau Timur, baik apa adanya. Di novel Salah Asuhan ini, jurang budaya antara Barat dan Timur membesar karena penyakit kesombongan bangsa. Penyakit kesombongan bangsa itu tak lain adalah budaya berkorupsi. Permasalahan perbedaan budaya sangat rumit, karena setiap individu manusia telah dihinggapi penyakit kesombongan bangsa ini. Kalau kita bisa berpikiran maju, sebenarnya tidak ada Barat atau Timur, yang ada hanyalah satu, satu dunia untuk semua. Kevin Sugiarto - 11HBa ?? ?? ?? ?? Bahasa Indonesia HL 2009 1 ...read more.

The above preview is unformatted text

This student written piece of work is one of many that can be found in our International Baccalaureate Languages section.

Found what you're looking for?

  • Start learning 29% faster today
  • 150,000+ documents available
  • Just £6.99 a month

Not the one? Search for your essay title...
  • Join over 1.2 million students every month
  • Accelerate your learning by 29%
  • Unlimited access from just £6.99 per month

See related essaysSee related essays

Related International Baccalaureate Languages essays

  1. The Buddha of Suburbia

    He studied philosophy at King's college. Since he grew up experiencing cultural and racial conflicts, most of his works are marked by this. His first screenplay for the film, "My beautiful Laundrette", was chosen for an Academy Award. Furthermore, he has written the screenplays for "Sammy and Rosie Get Laid" and "London Kills Me".

  2. Dilema Nora di Antara Kebohongan dan Kebahagiaan Analisis Naskah Drama Rumah Boneka Karya ...

    Apabila ia ingin mendapatkan kebahagiaan yang selalu ia dambakkan, ia harus rela untuk melakukan pengorbanan yang sangat besar dan beresiko. Untuk mengatakan kebenarannya, Nora harus memiliki keberanian untuk mengungkapkannya kepada Torvald. Selain itu, ia harus mau menerima konsekuensinya, dengan meninggalkan rumah itu, berserta suami dan ketiga anaknya.

  1. The Buddha of Suburbia-Identity

    From his short story "My Son the Fanatic" (included in Love in a Blue Time, 1997), the eponymous film was adapted, which was shown at the Cannes Film Festival in 1997. The first novel of Hanif Kureishi "The Buddha of Suburbia" is semi-autobiographical and was published in 1990.

  2. Antara Napoleon, Nietzsche dan Raskolnikov. Dalam novel Kejahatan dan Hukuman karya Fyodor Dostoyevsky, ...

    Tiga hal tersebut harus dipadukan dalam bentuk adanya sebuah nyali untuk menghadapi kebahagiaan dan juga penderitaan. Nietzsche mengungkapkan ?hanya orang kuat yang dengan rela dan sadar memanggul beban berat dan sabar dalam penderitaan?. Penderitaan berakar dari pesismisme, tekanan batin dan kekecewaan atas kondisi sosial.

  • Over 160,000 pieces
    of student written work
  • Annotated by
    experienced teachers
  • Ideas and feedback to
    improve your own work